Laman

Jumat, 18 Oktober 2013

Desa Ku.... Oh Kampung Ku...

Kalian tahu apa yang ada di depan aku sekarang?? Langit  yang cerah dan damai, gunung-gunung yang berjejer rapi, hamparan sawah yang sangat luas, suara gemericik air dan kicauan burung-burung. Ditambah lagi dengan semilir angin yang menyejukkan. Duduk dibawah pohon sambil memandangi semuanya… Huuwwaaaa sungguh luar biasa nikmat Mu ya Alloh…


Yuuppp…. This is it… Welcome to my hometown guys… Desa Malon Kelurahan Karangasem Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo Solo.  Yang dikangenin dari kampung ku yaitu harum pedesaannya yang sangat khas. Beda banget sama di Bekasi. Yang sudah full dengan asap knalpot dan polusi udara lainnya. Huft!

Ya tapi minusnya di kampung itu jauh dari kota. Untuk ke mini market terdekat aja perlu waktu 15-20 menit dengan motor. Apalagi ke Mall Solo, butuh waktu kurang lebih 1 jam. Beuuhhh capek di jalan duluan deh…heheheee. Untuk wisata Solo hampir semua tempat wisata sudah didatangi sama aku dan keluarga. Heheheee karena dari kecil sudah diajak keliling sama ayah ibu *dicicil :P*.
Air Terjun Tawangmangu, Waduk Gajah Mungkur, Pasar Klewer, Keraton Surakarta, Pusat Grosir Solo, Taman Jurug Solo, Kolam Renang Sendang Pinileh.. Jadi bingung mau kemana lagi… 8-}

Tapi setiap pulang kampung itu, ada satu tempat yang selalu dikunjungi jika kami sekeluarga selesai pergi keliling dari rumah Mbah-mbah..  Yaitu RM. Pingkan daerah Ambil-ambil Solo. Makanannya itu yang selalu ngangenin ^^v.
Next...cerita apalagi yah...??
Ditunggu aja okee... See yaa... \:D/

Senin, 23 September 2013

Selamat Jalan Mbah...

Semasa kecil,,alhamdulillah aku masih bisa bertemu dan diperkenalkan dengan 2 mbah ku.
Mbah Joi (bapaknya ayah) dan Mbah Inah (ibunya ibu). Pasangan mereka yaitu Mbah Iman Joremi (suaminya Mbah Inah) dan Mbah Putri (istrinya Mbah Joi) sudah meninggal terlebih dahulu disaat ayah dan ibu masih remaja. Tapi tahun ini aku sudah tidak punya mbah lagi.

Tanggal 3 Maret 2013, Mbah Joi meninggal karena tekanan darah tinggi secara tiba-tiba, langsung ke jantung dan pingsan tak sadarkan diri. Sempat dibawa ke Rumah Sakit, tapi diperjalanan Mbah Joi tak tertolong :'(

Tanggal 17 Agustus 2013 Mbah Inah meninggal karena panas tinggi dan sesak napas. Sempat dirawat di Rumah Sakit selama 2 hari, tapi memang takdir Alloh untuk mengambil Mbah Inah dari kami.

Sedikit cerita dari masing-masing mbah ku. Mbah Joi selama ini tinggal sendiri dirumahnya. Anak dan cucu-cucunya tinggal di Bekasi dan Jakarta semua. Mbah Joi alias Mbah Rokok (karena Mbah ga bisa lepas dari kebiasaan merokoknya) meninggalkan 3 anak laki-laki, 8 cucu, dan 5 cicit. Beliau adalah mbah yang sangat gagah sampai akhir hayatnya. Diusianya yang senja kemarin, Mbah Joi masih sanggup untuk pergi ke sawah dan pergi kemana-mana sendiri dengan sepeda ontelnya. Tapi kini ketika Mbah Joi tak ada, rumahnya sepi. Pohon rambutan disekitar rumahnya tumbuh dengan sangat liar. Hingga akhirnya pas mudik 2013 kemarin keluarga ku menebang semua pohonnya dan membersihkan rumahnya yang oenuh debu. Cuma bisa berdoa untuk Mbah Joi agar diluaskan kuburnya. Aamiin......

Kalau kisah Mbah Inah beda lagi. Mbah Inah selama ini tinggal dirumahnya bersama Lek ku, anak bungsunya Mbah Inah. Masih 1 kampung sama Mbah Joi. Mbah Inah ketika tahun 2008 jatuh di kamar mandi hingga akhirnya harus menggunakan kursi roda hingga akhir hayatnya. Sempat coba ke alternatif (dipijat kakinya secara khusus) tapi malah semakin parah. Dan tanggal 16 Agustus sore Mbah Inah diinapkan di Rumah Sakit karena sesak napas dan panas tinggi. Tapi paginya jam 03.00  tanggal 17 Agustus 2013 Mbah Inah menghembuskan nafas terakhirnya. Mbah Inah meninggalkan 6 anak, 18 cucu, dan 17 cicit. Dan lebaran 2013 kemarin adalah kenangan terakhir kami bersama Mbah Inah.

Ya Alloh.. Ampunilah mereka, berilah rahmat kepada mereka, selamatkanlah dan maafkanlah mereka, serta tempatkanlah ditempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan mereka dengan air salju dan air es. Bersihkan mereka dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), pasangan yang lebih baik dari pasangannya  (di dunia), dan masukkan mereka ke Surga, jagalah mereka dari siksa kubur dan neraka"

"Allahummaghfirlaha war hamha wa 'afiha wa'fu 'amha.. Wa laa tahrimna ajraha wa laa taftinaa ba'daha waghfirlana wa laha.. Saya Putri Hermawati Margin, cucu beliau, bersaksi kepadamu Ya Alloh, bahwa mereka telah berusaha sepenuh dan sekuattenaga mengenalMu, beriman dan berIslam kepadaMu dalam kehidupanNya.. Ridhoilah ia dan masukkanlah mereka ke SurgaMu.."

Aamiin Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.. O:)

Sabtu, 19 Januari 2013

'Nyaris' Hilang

Badan ini terasa lemas ketika mendengar dan melihatnya....
Yaa... Tepat seminggu yang lalu tanggal 12 Januari 2013 motor ayah si Mio nyaris dibawa kabur sama si Maling di tempat kerjaku daerah Galaxy. Jam 12 siang lebih tepatnya lagi, motor sudah berada dipinggir jalan dan standby untuk dijalankan saja.

Tapi alhamdulillah ternyata masih rezeki keluarga, motornya pun masih ada dan hanya rusak di kunci motornya karna sudah dirusak oleh sang Maling.
Ingin rasanya marah, tapi spertinya bersyukur jauh lebih baik dibandingkan harus marah-marah.
Lagipula marah sama siapa yah, wong Malingnya aja sudah kabur.

Setiap hari itu aku sebenarnya berangkat kerja naik angkot. Tapi kebetulan karena hari itu adik ku libur kuliah, jadi ibu menyuruhku untuk membawanya saja ke kantor. Feeling ketika naik motor pun sebenarnya sudah tidak enak. Tapi ya sudahlah pikirku. 

Dan ternyata feeling ku itu benar. Hingga ada kejadian seperti itu yang membuat aku dan rekan-rekan kerja akhwat ku shocked hingga akhirnya mereka memindahkan motor mereka ke depan kantor yang bisa terlihat oleh kami dari dalam gedung.

Alhamdulillah الله masih mengingatkan ku dengan cara yang baik agar lebih perbanyak sedekah dan bersyukur :)). Semoga الله juga mengingatkan kalian dengan cara yang jauh lebih baik.. Semoga bermanfaat O:)