Assalamu'alaikum Kawan...
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Alloh yaa.. Aamiin...
Kali ini ingin sharing tentang pengalaman aku yang Kena Tipu.. Heheee..
Tadinya ga mau disebarluaskan,,tapi karena banyak yang nanya bagaimana kronologisnya... Semoga bisa jadi pelajaran buat yang lain yaahh...
Kemarin malam sekitar pukul 19.30,,lagi asiknya kumpul sama keponakan-keponakan.. Ada telepon masuk dengan nomor yang ga dikenal..
Me : “Assalamu'alaikum”
Dia : “Halo..halo”
Me : “Iya..ini siapa ya?”
Dia : “Siapa? Emang gak di save nomornya?”Me : “Ini aku Putri. Ini siapa ya?” *dengan nada nyolot*
Dia : “Ini Iwan.. Putri lagi dimana sekarang? lagi sibuk gak?”
Me : “ooh..Pak Iwan. Ga sih Pak,,lagi kumpul aja ini sama keluarga di rumah. Ada apa?”
Dia: “Ini saya tadi mau ke rumah..dan ada perlu, sekalian mau minta tolong. Bisa gak?”
Sampai sini aku masih belum curiga karena aku kira Pak Iwan teman kerja. Dan beliau selalu baik kalau aku mintain tolong.
Me : “Minta tolong apa Pak Iwan?”
Dia : “Beliin pulsa dong, jauh banget ini dari konter. Mana hujan”
Me : “Ga mau ah,,hujan. Konter hp jauh dari rumah. Tetangga ga ada yang jual. Masa keponakan aku yang masih kecil-kecil disuruh ke konter”
Dia : “Yaa tolong dong. Pulsa internet hp abis ini”
Me : “Ga mau ah,,hujan. Ga mauu”
Dia : “Yaa tolong dong"
Disini sempet mikir,,kok Pak Iwan minta tolong maksa banget. Tumben..
Me : “Yaudah coba nanti aku tanya emak-emak Galaxy ada yang jual ga”
Dia : “Oke Put ditunggu yah. Kirim ke no.ini ajaa. Inget yah ke no.ini aja”
Me : “Iyaa”
Langsung diputus tanpa ngucapin salam. Oh yaudah,,mungkin lagi urgent banget kali yah sampe lupa salam *pikir ku*
Sebenernya aku coba hubungi emak-emak Galaxy yang jualan pulsa. Masih coba nanya teman sana sini yang jualan pulsa. Mereka ga ada stok dan udah ada yang ga jualan lagi. Dan aku masih belum ada kecurigaan sama sekali. Sampai ketika pulsanya ga aku kirim2 kok,,kok Pak Iwan Gadungan ini sms sama telpon aku terus. Sampai aku bales via sms,,"Pak Iwan,,emak-emak pada ga jualan pulsa lagi. Maap". Akhirnya aku minta tolong temen aku,Mba Oya,buat sms Pak Iwan asli. Tanyain beliau ada dimana dan sama siapa. Karena ngaku ke aku Pak Iwan ini lagi di Tangerang dan sama temen-temennya.
Tapi emang takdirya kali yah.. Temen ngaji bilang ada stok pulsa dan bisa transfer pulsanya Rp100ribu. Yaudah aku langsung sms Pak Iwan Gadungan lagi. "Pak Iwan pulsanya udah nyampe kan yah??"
Dia bales, "Oke udah masuk Putri pulsanya. Putri bisa sekalian ga ini. Temen mau nitip dibeliin pulsa juga."
Ga lama Mba Oya bbm aku,, "Mba Put,,Pak Iwan lagi di Kemang sama keluarganya"
Dari situ aku langsung lemes. Dan Pak Iwan Gadungan ini selalu berusaha buat telpon aku dan sms aku. Tapi ga aku angkat karena aku udah marah sama dia. Dan kalo aku angkat aku khawatir kena hipnotis lagi. Dan terakhir aku sms dia, "Semoga Alloh membalas apa yang telah kalian lakukan.. Dan ini sebagai pelajaran buat aku, keluarga, dan teman-teman.."
Dan sampai di kantor Mba Santi searching tentang penipuan ini. Dan hasilnya luar biasa banyak..
2 bulan sebelumnya Ibu juga pernah ditelpon sama Pak Iwan ini (karena ada saudara juga namanya Iwan) tapi dengan kronologis yang berbeda (ditilang polisi dan minta uang Rp300ribu). Tapi alhamdulillahnya Ibu lebih peka dari aku... Qiqiqiqiiii XD
Sekian sharing dari aku,,semoga bermanfaat dan menjadi pengalaman buat kalian..
Wassalamu'alaikum..
Laman
Selasa, 31 Desember 2013
Senin, 23 Desember 2013
Housewife vs Career Mom (Part 2)
Sebelumnya
di Part 1, aku sudah memberikan prolog tentang alasan ini dan itu untuk
menjadi Ibu Rumah Tangga dan Ibu Karir. Nah di Part 2 kali ini aku memberikan pertanyaan kepada teman-temanku akhwat Galaxy dan mereka akan menjawabnya satu persatu. Sebenarnya
aku memiliki 2 pertanyaan yang akan diajukan. Tapi ternyata di pertanyaan
pertama saja sudah menghabiskan waktu 1,5 jam (⌣_⌣!!)
And
the question is…..
Which one will you choose after married?
Housewife or Career Mom?
Dan
ternyata jawabannya beraneka ragam.. :Dκ¡κ••κ¡κ\=D/κ¡κ••κ¡κ:D. Karena aku pikir mereka akan menjawab
secara mutlak akan memilih Housewife Ħèëé=D ћèé=D˚Ħèëé=D
*secara
akhwat gitu lhoo… (^o^)v
Okeeyyy
ini dia jawaban dari Emak-Emak Galaxy (panggilan kesayangan :*)
Akhwat 1 “I will choose to be a career mom. Because I
want to actualize my self.”
Akhwat 2 “I will choose to be a career mom, but I will
quite when I have children. And after my children grow up, I will back to my
career. Because I will take care my children to my parents ”
Akhwat 3 “I will choose to be a housewife and full
time mother. Because that’s grace to women and no reason again”
Akhwat 4 “I will choose to be a career mom. But I will
choose only one career that is teaching. Because many opinion become a teacher.
Can manage my time to both of career and housewife”
Akhwat 5 “I will choose to be a housewife and full
time mother. Because I inspired by my mom when she always in my side, I feel
really happy. So I want to my children feel it too”
Akhwat 6 “I will be whatever my husband want me to
be. Because my husband is my imam”
Akhwat 7 “I will be fulltime mother. Because I want
to a perfect mother for my children”
Akhwat 8 “I will choose to be a career mom. Because my
parents expect me to do so”
Akhwat 9 “I will choose to be a housewife. Because I
feel so tired to be career mom”
And the answer from
me is…. I will choose to be a housewife \(^o^)/. Because that’s my dream in the future. I want to be a sholehah
wife to my husband, a mother sholehah for my children, a sholehah daughter for
my parents, and a daughter-in-law sholehah. Aamiin (´ʃƪ`).
Anything which will you choose, all it takes sacrifice.That's the reason why the reward of marriage is half of dien.
Terima kasih sudah
membaca tentang diskusi kami “Emak-Emak Galaxy”… Sedikit sharing dari kami-kami
semoga bermanfaat buat kalian semua… Doakan kami-kami para akhwat Galaxy semoga disegerakan niatnya untuk menggenapkan
setengah agama kami, diijabah doanya, dan diberikan yang terbaik oleh Alloh…
AAMIIN (´ʃƪ`). SEMANGAT EMAK-EMAK…..
UHIBBUKUM FILLAH… (◦˘⌣˘)ε˘`◦)
And for all,,see you in my next story \(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/
Rabu, 20 November 2013
Housewife vs Career Mom (Part 1)
![]() |
| suasana English Club |
Assalamu'alaikum all...
Kali ini ini aku ingin berbagi kegiatan di tempat kerja ku..
Setiap Jum'at siang, disaat para Ikhwan sholat Jum'at, aku dan teman-teman kantor selalu mengadakan kegiatan English Club yang diusung oleh Teh Ruci. Setiap pekan dipilih seorang secara acak untuk jadi fasilitatornya dan mencari tema yang diinginkan. Dan saat itu, setelah pertemuan ke-10 akhirnya aku lah yang terpilih. Hehehee. Sempat ditunda seminggu karena deadline yang harus dikerjakan minggu itu juga. Hingga akhirnya minggu depan aku mengisi English Club dengan tema Housewife vs Career Mom \(^_^)/.
Kenapa aku mengambil tema ini?? Karena aku masih memikirkan tema sebelumnya yaitu Love Parenting yang diisi oleh Mba Santi. Semakin lama tema Mba Santi itu membahas tentang Ibu Rumah Tangga. Oleh karena itu aku melanjutkannya dan ingin mengetahui sejauh mana pendapat teman-teman Galaxy mengenai Ibu Rumah Tangga dan Ibu Karir.
Prolog yang aku kutip tentang tema diatas yaitu dari buku Sakinah Bersamamu karya Asma Nadia pada bab "Arti Bunda" mengenai kesimpulannya. Berikut beberapa kutipannya yang aku garis bawahi....
Seringkali
wanita berumah tangga dihadapkan pada pilihan meneruskan karir atau menjadi ibu
rumah tangga. Apapun pilihan yang diambil, keduanya memiliki kelebihan dan
kekurangan yang harus dipertimbangkan para mommies dengan mendalam. Biasanya
beberapa alasan yang menyebabkan wanita memilih menjadi karir diantaranya
adalah penghasilan suami yang belum memadai, sehingga merasa perlu bekerja agar
keuangan keluarga bisa tercukupi. Atau ingin bisa lebih memberi bagi orang tua
tanpa merepotkan suami. Tapi tidak
sedikit pula yang memilih menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga,
lebih karena menghindari kejenuhan dan suasana di rumah yang kegiatannya
itu-itu saja.
Tapi alasan
sebagian wanita yang memilih menjadi ibu rumah tangga pun tak kalah menariknya. Mereka memilih tinggal di rumah selain karena sudah fitrahnya sebagai seorang
istri, juga karena ingin meluangkan waktu sebaik mungkin dalam mengurus suami
dan mengurus anak-anak dengan kondisi tubuh dan pikiran tak terbagi. Dan masih
banyak alasan lainnya.
Namun
intinya menjadi ibu rumah tangga tidak perlu merasa rendah diri, apalagi hidup
dengan perasaan iri hati kepada para ibu yang bekerja. Sebab hal yang tak bisa
dinilai dengan apapun adalah jika kita bisa memberi perhatian pada anak sehingga
anak tumbuh dan berkembang dengan baik, serta tujuan membentuk keluarga yang
sakinah dapat tercapai.
Karir yang
melesat dengan cepat, penghasilan besar dan kedudukan yang tinggi menjadi tolak
ukur jika kita gagal memberi pengaruh baik pada anak-anak atau keluarga. Tentang
perasaan iri kepada ibu yang bekerja, jangan salah, tidak sedikit dari mereka
yang justru sangat ingin menjadi ibu rumah tangga yang full time di rumah,
sehingga bisa menemani anak-anak lebih sering. Pun dengan
perkembangan teknologi yang kian maju, jika tetap mau bekerja bahkan
mengembangkan karir, atau ingin member kontribusi social, sebenarnya bisa
dilakukan dari rumah. Dan semua itu dapat dilakukan tanpa mengorbankan anak dan
kepentingan anggota keluarga lainnya. Sedangkan
bagi ibu rumah tangga full time, beberapa hal yang bisa dilakukan agar menjadi
ibu rumah tangga yang bahagia namun tetap cerdas adalah banyak membaca yang
bersumber dari buku-buku, televisi, radio, internet, dan lainnya. Dengan begitu
kita akan selalu berpikir kreatif dan bisa mengembangkan hobi-hobi baru yang
inovatif dengan tetangga kita misalnya.
Demikian prolognya yang aku kutip dari Bukunya Bunda Asma Nadia... Semoga bisa diambil hikmahnya... Untuk Part 2 ditunggu yah (sedang dalam proses dan edit),,ada beberapa pendapat dari teman-teman Galaxy mengenai tema ini yang ga kalah serunya...
Langganan:
Komentar (Atom)

